Tak melulu curahan hati atau ungkapan perasaan. Sebut saja sebuah karya, permainan kata atau sekedar sandiwara.
Tampilkan postingan dengan label little note. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label little note. Tampilkan semua postingan
Senin, 12 Maret 2012
Suatu hari nanti
Mungkin suatu hari nanti, aku akan berhenti untuk mengingatmu, berhenti merindukanmu, dan berhenti mengharap tentangmu. Karena suatu hari itu nanti, kau akan ada disini, disampingku, hingga aku bebas menatapmu didepan mataku.
Berlari Ingkar
Tak lagi berani mengingatmu, enggan untuk bertemu, ingkar tentangmu. Berlari menjauh melupakanmu, menyerah aku pasrah. Dan tanpa sadar, justru aku semakin berlari mendaki puncak kerinduanku, padamu.
Jumat, 09 Maret 2012
Mematung Terpukau
Tak butuh kutukan Ibu Malin Kundang untuk menjadikanku batu. Atau mata seorang medusa yang menjadikanku beku. Namun, cukup dengan tatapan mata dan senyumanmu saja mampu membuatku terpaku, sedetik menghentikan sistem kerja jantungku lalu kemudian memompa keras-keras hingga darahku dengan kilat mengalir keseluruh tubuh. Mematung terpukau.
Semenit untuk Sehari
Hanya sedetik aku bertatap mata dan butuh berjam-jam aku mendamaikan hatiku yang bergemuruh. Hanya semenit aku bertegur sapa, namun mampu mengukir senyum dalam hariku.
Kamis, 08 Maret 2012
Aku Takut Semakin...
Aku menyambutmu dengan debaran. Tanpa kata yang terucap, tertimbun rindu yang tak kunjung meluruh. Kau ada di hadapanku, membuncah rasaku, hingga gemetar seluruh nadiku, mengunci bibirku, tak mampu memandangmu. Aku takut semakin jauh, semakin dalam mencintaimu. Karena dalam matamu itu, aku temukan lorong kedamaian, karena senyummu itu menyejukkan gerahnya hatiku. Aku takut terlena, walau Aku tahu, yang ada padamu telah melenakanku.
Biar Waktu yang Berpuisi
Mau dikata apalagi? Harus berpuisi seperti apa lagi? Aku hanya mengikuti waktu, dan setelahnya, entah rasa itu hanyut kemana. Mungkin sekarang giliran waktu yang akan berpuisi.
Karena Aku Mencintaimu
Aku menatapmu lekat-lekat. Aku mencuri senyummu diam-diam. Aku menyimpan memori tentangmu dalam-dalam. Aku merindumu sembunyi-sembunyi. Aku melepasmu perlahan-lahan. Karena Aku, mencintaimu.
Bercerminlah
Pernahkah kau bercermin? Pernah kau tatap lekat kedua matamu itu? Disana aku menyemai rindu pada kedua matamu.
Pernah kau bercermin? Pernah kau perhatikan senyum tulus dari bibirmu? Disana aku menyematkan kedamaian untuk hatiku.
Pernah kau bercermin? Pernah kau lihat sosokmu seluruhnya? Disana aku menghirup kekaguman untukmu, dari aku.
Hingga Waktu Menulis Kita
“Aku ingin terus menulis, sehingga aku akan terus jatuh cinta. Menulis tentang Aku. Sampai nanti. Sampai waktu yang akan menulis tentang Aku, Kau dan Kita”
Rabu, 07 Maret 2012
Terima Kasih
Terima kasih,
Kalau saja takdir tidak mempertemukan kita, kalau saja Aku tak pernah mengenalmu, mungkin Kamu tidak akan pernah mengajariku merangkai huruf dan berkisah tentangmu.
Kalau saja Kamu tidak pernah hadir disini, mungkin akan banyak kata-kata yang hilang dan mungkin takkan pernah aku temukan...
Kalau saja Kamu tidak pernah hadir disini, mungkin akan banyak kata-kata yang hilang dan mungkin takkan pernah aku temukan...
Langganan:
Postingan (Atom)